Perkembangan Indonesia U-20 Laos menjadi sorotan pecinta bola di Surabaya dan Jawa Timur yang mengikuti laga kedua Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Skuad Garuda Muda menutup separuh pertama dengan skor 2-0 atas Laos U-20 di New Laos National Stadium, Kamis malam (3/9/2026) WIB.
Kick-off yang semula dijadwalkan pukul 19.00 WIB terpaksa mundur dua jam. Hujan deras mengguyur lapangan hingga kondisi tidak memungkinkan untuk memulai pertandingan tepat waktu. Meski demikian, pemain asuhan staf kepelatihan Timnas U-20 tetap siap menekan sejak peluit awal dibunyikan.
Gol cepat Fabio buka keunggulan
Inisiatif serangan datang dari lini depan Indonesia. Baru empat menit berjalan, Fabio Azkairawan memecah kebuntuan. Umpan lambung presisi Aleandro Maulana dimanfaatkan Fabio untuk menuntaskan bola ke gawang lawan dan mencetak gol pembuka.
Laos mencoba merespons cepat. Pada menit kedelapan, Odin Siphanit melepas sepakan yang sempat masuk, namun hakim garis menganulir karena posisi offside. Ancaman itu menjadi peringatan bagi barisan belakang Garuda Muda untuk tetap waspada.
Peluang demi peluang di menit tengah
Tekanan Indonesia berlanjut memasuki seperempat jam kedua. Menit ke-22, Reno Salampessy mendapat peluang jarak dekat. Kiper Laos, Souksamone Vethita, masih mampu menepis bola tersebut.
Tiga menit kemudian, skema lemparan ke dalam jarak jauh nyaris menghasilkan tambahan gol. Kekeliruan antisipasi bek Laos Alounxay Thepsouvanh membuat bola membentur tiang gawangnya sendiri sebelum akhirnya diamankan Vethita. Momen itu menegaskan dominasi penguasaan bola skuad merah-putih.
Zahaby Gholy cetak gol kedua
Jelang istirahat, keunggulan bertambah. Zahaby Gholy mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan bola muntah. Tembakan spekulasi Aleandro Maulana gagal ditangkap sempurna kiper lawan, dan Zahaby siap menyambut pantulan itu menjadi gol kedua.
Dengan skor 2-0 saat turun minum, Indonesia U-20 punya modal penting untuk mengelola tempo di babak kedua. Fokus pemain tetap pada efisiensi peluang dan kekompakan lini tengah agar Laos tidak mendapat ruang balik cepat.
Catatan untuk pembaca Surabaya
Bagi warga Surabaya yang memantau Timnas usia muda, laga ini memberi gambaran progres generasi Garuda Muda di kualifikasi kontinental. Performa Fabio, Aleandro, Reno, dan Zahaby menjadi bahan diskusi di komunitas sepak bola lokal yang rutin mengikuti jejak pemain muda nasional.
Cuaca buruk yang menunda kick-off juga mengingatkan pentingnya adaptasi lapangan basah. Penguasaan bola dan eksekusi bola mati tetap jadi kunci menjaga keunggulan dua gol tersebut hingga peluit panjang nanti.
Secara keseluruhan, separuh pertama berjalan sesuai harapan tim yang ingin mengamankan poin maksimal di Grup H. Disiplin taktikal dan ketajaman finis menjadi fondasi yang perlu dijaga di 45 menit berikutnya.
Sumber: Sindo News.
