Breaking News
Indeks
Ekonomi

Jamkrindo Perkuat Akses Usaha Disabilitas lewat Harmoni Karya Inklusif

PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo menegaskan komitmennya pada kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui program Harmoni Karya Inklusif. Kegiatan berlangsung di Taman Cimanuk Adiarsa, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada 21–23 Agustus 2026, dan relevan bagi pembaca Surabaya yang menyoroti inklusi di sektor usaha. Fokus utamanya adalah menaikkan keterampilan sekaligus membuka jalur pemasaran karya agar peserta tidak hanya terampil, tetapi juga produktif.

Sekretaris Perusahaan Jamkrindo Akhmad Albaasithu menjelaskan, setiap individu perlu mendapat ruang berkembang dan memberi nilai. Melalui Harmoni Karya Inklusif, pihaknya ingin memperkuat rasa percaya diri penyandang disabilitas dalam mengasah potensi, seraya memastikan hasil karya punya nilai ekonomi yang nyata di pasar.

Subtema inklusif dan arah keberlanjutan

Program mengusung subtema Inklusif Berkarya Tanpa Batas, Bersama Merajut Masa Depan. Penekanan tidak berhenti pada transfer keterampilan teknis. Penguatan mental, kemandirian, dan peluang usaha ikut menjadi pilar agar peserta siap melanjutkan aktivitas ekonomi setelah pelatihan usai.

Jamkrindo memandang keberlanjutan sebagai ukuran keberhasilan. Keterampilan yang dipelajari diharapkan berubah menjadi produk bernilai tambah, bukan sekadar latihan singkat. Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan banyak kota besar, termasuk ekosistem UMKM di Jawa Timur, yang membutuhkan rantai pasok inklusif dan produk lokal berkualitas.

Rangkaian pelatihan membatik dan menjahit

Rangkaian acara mencakup pelatihan membatik, menjahit, serta pameran dan lomba hasil karya penyandang disabilitas. Pelatihan membatik diikuti 20 peserta dengan materi pengembangan motif khas Karawang. Motif lokal dipilih agar identitas daerah melekat pada kain yang dihasilkan dan mudah dikenali pasar.

Pelatihan menjahit melengkapi alur produksi. Kain hasil batik tidak dibiarkan berhenti sebagai lembaran. Peserta diarahkan mengolahnya menjadi barang siap pakai sehingga nilai jual meningkat dan proses belajar langsung menyentuh praktik usaha.

Business matching untuk produk siap pasar

Akhmad menekankan pentingnya ekosistem yang menghubungkan keterampilan dengan kegiatan produktif. Karena itu, peserta membatik dan menjahit dipertemukan lewat business matching. Skema ini mempertemukan hasil kain dengan kemampuan jahit agar lahir produk fungsional yang layak ditawarkan ke konsumen.

Pameran dan lomba menjadi ruang uji publik. Karya dinilai, dipajang, dan dikenalkan kepada pengunjung. Langkah tersebut membantu peserta memahami selera pasar, standar kualitas, serta cara menyampaikan keunggulan produk secara sederhana.

Makna inklusi bagi pembaca di Surabaya

Meski lokasi kegiatan di Karawang, semangat program menyentuh isu yang akrab bagi warga Surabaya: akses kerja layak, UMKM inklusif, dan penguatan daya saing kelompok rentan. Model pelatihan plus matching usaha dapat menjadi rujukan kolaborasi antara BUMN, pemerintah daerah, dan komunitas disabilitas di Jawa Timur tanpa mengubah fakta bahwa agenda ini digelar di Jawa Barat.

Dengan memadukan keterampilan, kepercayaan diri, dan jalur pemasaran, Harmoni Karya Inklusif menempatkan penyandang disabilitas sebagai pelaku ekonomi, bukan penerima bantuan semata. Keberlanjutan akan diuji pada kemampuan peserta menjaga produksi dan menjual karya setelah rangkaian resmi berakhir.

Jamkrindo menyampaikan arah program tersebut dalam keterangan yang dirilis Minggu, 6 September 2026. Publik dapat mencermati tindak lanjut kolaborasi serupa di daerah lain sebagai bagian dari upaya memperluas inklusi ekonomi nasional.

Sumber: Sindo News.

Tag: Jamkrindo, disabilitas, Harmoni Karya Inklusif, Karawang, UMKM inklusif, pelatihan membatik, kemandirian ekonomi, business matching