Breaking News
Indeks
Jatim

25 Prodi Spesialis Hospital-Based Dibuka, Unair Ikut Percepat Pemerataan Dokter

Kebutuhan dokter spesialis di Indonesia masih jauh dari ideal. Pemerintah merespons dengan menerbitkan izin operasional 25 prodi PPDS baru berbasis rumah sakit atau hospital-based, langkah yang juga melibatkan Universitas Airlangga (Unair) di Surabaya sebagai salah satu mitra akademik. Program ini ditujukan menutup kesenjangan tenaga medis dan memperluas akses layanan hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Sejak skema Program Pendidikan Dokter Spesialis di Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama (RSPPU) diluncurkan pada 2024, penyelenggaraan sempat terbatas di enam rumah sakit. Dengan tahap pertama 2026 yang menambah 25 program studi, total prodi PPDS RSPPU mencapai 31. Alokasi khusus diarahkan sebagai afirmasi bagi dokter yang bertugas atau akan ditempatkan di kawasan 3T.

Mitra sembilan PTN, Unair mewakili Jawa Timur

Dua puluh lima prodi baru itu bermitra dengan sembilan perguruan tinggi negeri, yakni Unair, Universitas Padjadjaran, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Diponegoro, Universitas Hasanuddin, Universitas Sumatera Utara, Universitas Udayana, Universitas Brawijaya, dan Universitas Indonesia. Bagi pembaca Surabaya dan Jawa Timur, kehadiran Unair menandakan peran kampus setempat dalam rantai pendidikan spesialis nasional, tanpa mengubah fakta bahwa kebijakan ditetapkan di tingkat pusat.

Model hospital-based menempatkan rumah sakit pendidikan sebagai poros utama pelatihan klinis. Pendekatan ini dinilai mempercepat produksi spesialis dibanding jalur konvensional semata, sambil menyesuaikan kurikulum dengan beban penyakit di fasilitas mitra.

Respons instruksi Presiden soal krisis tenaga medis

Kepala Kantor Staf Kepresidenan Dudung Abdurrahman menyampaikan kebijakan tersebut usai Rapat Tingkat Menteri di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026. Ia menekankan percepatan ini menjawab instruksi Presiden pada 11 Agustus terkait krisis tenaga medis. Menurutnya, angka kekurangan bukan sekadar statistik, melainkan gambaran kebutuhan masyarakat di daerah, pulau terluar, hingga zona 3T.

Pemerintah memperkirakan gap dokter spesialis nasional sekitar 65.000 orang. Pembukaan prodi baru diharapkan meratakan distribusi layanan, bukan hanya menambah kuota di kota besar. Penegasan itu dikutip dari penjelasan resmi yang dirilis terkait rapat koordinasi tersebut.

Rincian 11 spesialis dasar dan 14 prodi KJSU

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin merinci komposisi 25 prodi tahap pertama 2026: 11 program spesialis dasar dan 14 program pada klaster Kanker, Jantung, Stroke, serta Uronefrologi (KJSU). Cakupan keilmuan mencakup kebutuhan layanan kritis—dari penyakit jantung hingga bedah saraf—yang selama ini sering memaksa pasien daerah merujuk jauh ke pusat layanan tersier.

  • Afirmasi kuota dan lokasi terkait dokter di wilayah 3T
  • Penguatan RSPPU sebagai penyelenggara utama pendidikan spesialis
  • Kemitraan akademik dengan PTN untuk mutu dan supervisi
  • Fokus tahap awal pada spesialis dasar plus klaster KJSU

Dengan pemilahan itu, pemerintah menargetkan lulusan yang langsung relevan terhadap beban penyakit prioritas nasional, sekaligus mengisi kekosongan di fasilitas daerah yang selama ini kesulitan menarik spesialis.

Dampak bagi layanan kesehatan di Jawa Timur

Meski keputusan bersifat nasional dan diumumkan di Jakarta, keterlibatan Unair memberi ruang bagi ekosistem kesehatan Surabaya dan Jawa Timur untuk berkontribusi pada penyediaan spesialis. Rumah sakit pendidikan mitra di kawasan ini berpotensi menjadi tempat pelatihan, sementara lulusan yang terikat skema afirmasi 3T diharapkan memperkuat rujukan di luar pulau Jawa tanpa mengabaikan kebutuhan lokal.

Keberhasilan program tetap bergantung pada kesiapan rumah sakit, supervisisi klinis, dan penempatan lulusan. Publik di Surabaya dapat memantau tindak lanjut kuota, jadwal seleksi, serta rumah sakit mana saja yang ditetapkan sebagai RSPPU pada gelombang berikutnya.

Secara keseluruhan, pembukaan 25 prodi PPDS hospital-based menandai akselerasi kebijakan pendidikan spesialis setelah fase awal 2024. Total 31 prodi RSPPU, kemitraan sembilan PTN termasuk Unair, serta pembagian 11 spesialis dasar dan 14 KJSU menjadi kerangka resmi yang diumumkan pemerintah untuk menekan defisit sekitar 65.000 dokter spesialis dan meratakan layanan ke daerah 3T.

Sumber: Sindo News.

Tag: prodi PPDS, dokter spesialis, Unair Surabaya, rumah sakit pendidikan, daerah 3T, Kemenkes, pendidikan spesialis, Jawa Timur