Kebakaran Bapenda Jakarta kembali menarik perhatian publik nasional, termasuk pembaca di Surabaya yang memantau isu keselamatan gedung pemerintahan. Insiden terjadi di Gedung Badan Pendapatan Daerah DKI pada Jumat sore, 21 Agustus 2026, dengan titik awal di ruang arsip lantai 11.
Lokasi kebakaran berada di Jalan Abdul Muis, Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Laporan Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta menyebut api terdeteksi sekitar pukul 17.10 WIB.
Kronologi singkat penanganan di lokasi
Petugas pemadam tiba di tempat kejadian pukul 17.18 WIB. Dua menit kemudian, operasi pemadaman resmi dimulai. Dalam waktu relatif singkat, api berhasil dilokalisasi sekitar pukul 17.25 WIB.
Lima menit setelah lokalisasi, personel beralih ke tahap pendinginan sambil mengurai material yang terbakar. Langkah itu diambil agar sisa panas tidak memicu nyala baru di area arsip yang padat dokumen.
Kendala teknis pompa gedung
Proses pemadaman tidak berjalan mulus. Pompa air di dalam gedung dinyatakan tidak berfungsi, sehingga pasokan air internal tidak bisa diandalkan. Kondisi itu memaksa petugas mengandalkan armada eksternal secara penuh.
Sebanyak delapan unit mobil pemadam beserta 30 personel dikerahkan ke lokasi. Hingga laporan beredar, kegiatan pendinginan dan overhaul masih berlangsung untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.
Penyebab dan kerugian belum ditetapkan
Pihak berwenang belum merilis penyebab pasti kebakaran maupun estimasi kerugian material. Investigasi masih berjalan beriringan dengan operasi pendinginan di lantai 11.
Ruang arsip di instansi pendapatan daerah biasanya menyimpan berkas fisik yang rentan terhadap api dan asap. Karena itu, evakuasi dokumen serta pengamanan data menjadi perhatian lanjutan setelah api padam total.
Catatan untuk kewaspadaan gedung publik
Bagi warga Surabaya dan kota besar lain, peristiwa ini mengingatkan pentingnya uji berkala sistem proteksi kebakaran di gedung pemerintahan. Pompa, hidran, serta jalur evakuasi harus siap saat darurat, bukan hanya ada di atas kertas.
- Waktu laporan awal: sekitar 17.10 WIB
- Kedatangan damkar: 17.18 WIB
- Api dilokalisasi: sekitar 17.25 WIB
- Armada: 8 unit, 30 personel
Operasi penanganan di Gedung Bapenda Jakarta Pusat masih berlanjut saat berita ini disusun. Masyarakat diminta menunggu keterangan resmi terkait hasil pemeriksaan penyebab dan dampak kerugian.
Pemantauan lanjutan dari Gulkarmat DKI serta pengelola gedung akan menentukan apakah ada kerusakan struktural atau hanya terbatas pada isi ruang arsip. Informasi terbaru diharapkan segera diumumkan setelah area dinyatakan aman sepenuhnya.
Sumber: Liputan6.
