Breaking News
Indeks
Surabaya

Pawai Adat Surabaya dan Bendera 600 Meter di Kaki Arjuno

Perayaan hari kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 berlangsung meriah di banyak wilayah, termasuk Surabaya. Dari pawai busana tradisional di jalanan Kota Pahlawan hingga aksi membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 600 meter di kaki Gunung Arjuno, Jawa Timur, semangat kebangsaan tampak dalam ragam bentuk yang dekat dengan warga.

Liputan ini merangkum momen-momen yang terekam di sejumlah titik, dengan penekanan pada perayaan di Surabaya dan Jawa Timur, tanpa mengabaikan upacara serta kegiatan serupa di daerah lain. Rangkaian kegiatan dimulai sejak sehari sebelumnya dan memuncak pada Senin pagi.

Pawai busana tradisional meramaikan Surabaya

Di Surabaya, warga mengikuti pawai dengan mengenakan beragam busana tradisional pada Senin, 17 Agustus 2026. Kegiatan itu menjadi salah satu wajah perayaan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Warna-warni kain adat, gerakan barisan, dan penghormatan kepada bendera menyatu dalam suasana kota yang ramai.

Bagi pembaca di Surabaya, momen tersebut menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya berlangsung di ruang resmi, tetapi juga di ruang publik yang bisa diikuti lintas usia. Pawai semacam ini biasanya menjadi ajang memperkenalkan identitas budaya daerah kepada generasi muda sambil tetap mengangkat simbol negara.

Bendera 600 meter di Desa Wonorejo, Malang

Sehari sebelumnya, 16 Agustus 2026, warga di Desa Wonorejo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, memasang bendera Merah Putih sepanjang 600 meter di kawasan kaki Gunung Arjuno. Foto udara memperlihatkan rentangan merah-putih yang membelah lanskap desa dan lereng, menjadi penanda visual peringatan kemerdekaan ke-81.

Aksi kolektif itu membutuhkan koordinasi banyak orang, mulai dari persiapan kain, pengamanan lokasi, hingga dokumentasi. Di Jatim, inisiatif serupa sering muncul sebagai cara komunitas menegaskan kebersamaan, sekaligus menarik perhatian pada potensi wisata dan ruang terbuka di sekitar gunung.

Upacara di lokasi karhutla dan pengibaran di tebing

Di luar Jawa Timur, personel Manggala Agni dari sejumlah Daops Sumatera menggelar upacara di lokasi kebakaran hutan dan lahan di Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pada 17 Agustus 2026. Upacara di medan karhutla itu menampilkan sisi lain peringatan kemerdekaan: penghormatan bendera sambil tetap siaga di lapangan.

Sementara di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, pegiat panjat tebing dari Komunitas Tebing Hawu Pabeasan mengibarkan bendera Merah Putih raksasa di Tebing Hawu. Kegiatan tersebut dikaitkan dengan peringatan HUT ke-81 sekaligus upaya menjaga kawasan konservasi karst Citatah. Di Palembang, lomba panjat pinang di tepi Sungai Musi digelar pemerintah kota untuk memeriahkan suasana sehari sebelum puncak upacara.

  • Pawai busana tradisional di Surabaya, Jawa Timur
  • Bentangan bendera 600 meter di kaki Gunung Arjuno, Malang
  • Upacara Manggala Agni di lokasi karhutla Ogan Ilir
  • Pengibaran bendera raksasa di Tebing Hawu, Bandung Barat

Dari Istana Merdeka hingga situs sejarah di Jatim

Di Jakarta, upacara Detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka diwarnai aksi terjun payung prajurit Kopassus sebelum upacara resmi. Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Presiden ke-7 Joko Widodo terlihat melambaikan tangan menjelang upacara peringatan kemerdekaan ke-81.

Di Jawa Timur lainnya, warga memberi hormat dalam upacara di Situs Persada Soekarno, Desa Pojok, Kabupaten Kediri, dengan iringan lagu Indonesia Raya tiga stanza di kawasan yang dikenal sebagai rumah masa kecil Bung Karno. Di Semarang, Semarang Onthel Community menginisiasi upacara di Monumen Tugu Muda dengan kostum pahlawan nasional dan baju adat.

Sejumlah narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Tangerang melakukan sujud syukur usai remisi; LP tersebut memberikan remisi umum kepada 1.306 narapidana, dan tujuh orang langsung bebas. Di Padang, penyintas bencana yang masih tinggal di hunian sementara mengikuti upacara di kawasan irigasi Gunung Nago, Pauh, di bekas lokasi terdampak banjir bandang November 2025.

Secara keseluruhan, perayaan hari kemerdekaan ke-81 memperlihatkan pola yang berulang di banyak daerah: upacara formal, simbol bendera dalam skala besar, lomba rakyat, dan penghormatan di situs sejarah. Untuk warga Surabaya, pawai adat di kota sendiri menjadi pengingat bahwa makna 17 Agustus bisa dirayakan lewat partisipasi budaya yang sederhana namun kuat. Ragam dokumentasi tersebut membantu publik memahami betapa luasnya cara masyarakat menandai kemerdekaan, dari kaki gunung di Malang hingga lapangan karhutla di Sumatera.

Sumber: BBC Indonesia.