Berita duka menyelimuti dunia tinju internasional setelah Ricky Hatton meninggal dunia. Petinju Inggris yang akrab dipanggil The Hitman itu meninggalkan jejak panjang sebagai juara dunia dua kelas berat. Kabar kepergiannya cepat menyebar ke penggemar olahraga di berbagai kota, termasuk Surabaya, yang kerap mengikuti laga tinju luar negeri lewat siaran televisi dan platform digital.
Hatton dikenal bukan hanya karena pukulan keras, tetapi juga gaya bertarung agresif yang memikat penonton. Sepanjang karier profesionalnya ia menorehkan rekor mengesankan dan beberapa malam yang masih diingat hingga kini. Portal daerah ini merangkum profil serta perjalanan kariernya secara ringkas dan berimbang.
Awal mula dan julukan The Hitman
Ricky Hatton lahir di Stockport, Inggris, dan tumbuh di lingkungan yang akrab dengan budaya tinju amatir. Sejak usia muda ia menunjukkan determinasi tinggi di gym lokal sebelum menapak ke level profesional. Julukan The Hitman melekat karena tekanan bertubi-tubi yang ia berikan di ring, terutama pada kelas light welterweight.
Gaya bawaannya mengandalkan tekanan maju, kombinasi tubuh, dan daya tahan. Pendekatan itu membuat banyak lawan kesulitan mengatur jarak. Di Inggris ia cepat menjadi nama rumah tangga, sementara di luar negeri reputasinya tumbuh seiring kemenangan beruntun di level juara.
Gelar dunia dan puncak prestasi
Puncak karier Hatton ditandai raihan sabuk dunia di dua divisi. Ia pernah memegang gelar IBF di kelas light welterweight dan kemudian tampil di kelas welterweight dengan status juara WBA. Kemenangan bersejarah atas Kostya Tszyu menjadi salah satu malam yang mengangkat namanya ke panggung global.
Angka kemenangan profesionalnya tinggi sebelum ia menantang petinju papan atas. Disiplin latihan dan dukungan tim pelatih menjadi fondasi fase keemasannya. Bagi pengamat tinju, fase juara dunia itulah yang menempatkan Hatton sejajar dengan petinju Inggris generasi terbaik era modern.
- Juara dunia light welterweight (IBF)
- Juara dunia welterweight (WBA)
- Kemenangan ikonik atas Kostya Tszyu
- Reputasi sebagai crowd-pleaser di Britania Raya
Malam bersejarah lawan Mayweather dan Pacquiao
Dua laga yang paling sering dibahas adalah kekalahannya dari Floyd Mayweather Jr. dan Manny Pacquiao. Melawan Mayweather, Hatton menghadapi pertahanan ketat dan counterpunch yang mematikan. Pertarungan itu memperlihatkan batas gaya pressure-fighting ketika berhadapan dengan master jarak dan timing.
Kontra Pacquiao berakhir lebih dramatis dan singkat. Pukulan kencang petinju Filipina itu menghentikan Hatton dan menjadi momen yang memengaruhi arah kariernya selanjutnya. Meski kalah, kedua malam tersebut justru memperluas pengakuan internasional atas keberanian Hatton menantang nama-nama terbesar di eranya.
Penggemar tinju di Surabaya dan Jawa Timur sering mengingat siaran ulang laga-laga itu sebagai materi diskusi di komunitas olahraga. Nama Hatton menjadi rujukan ketika berbicara tentang petinju yang berani naik kelas dan menghadapi risiko besar di ring.
Pensiun, comeback singkat, dan warisan
Setelah puncak karier, Hatton menjalani masa pensiun yang diwarnai tantangan personal. Ia sempat kembali sejenak ke ring sebelum benar-benar menutup babak kompetitif. Di luar ring, ia tetap menjadi sosok yang dibicarakan karena keterusterangan soal tekanan mental yang dihadapi atlet elit.
Warisan Hatton terletak pada daya tarik gaya bertarungnya serta kontribusi menempatkan tinju Inggris kembali di radar global. Generasi petinju muda Britania kerap menyebutnya sebagai inspirasi soal intensitas dan kedekatan dengan penonton. Di level internasional, namanya tetap muncul dalam perbincangan tentang laga berisiko tinggi abad ke-21.
Kepergian Ricky Hatton menutup satu babak bagi penggemar yang mengikuti perjalanan The Hitman dari gym Stockport hingga panggung dunia. Profil kariernya mengingatkan bahwa tinju tidak hanya soal sabuk, tetapi juga keberanian menghadapi lawan terberat dan konsekuensi yang menyertainya. Semoga keluarga serta rekan-rekannya diberi ketabahan.
Sumber: Antara.
