Breaking News
Indeks
Nasional

Komisi V Desak Integrasi Data Cuaca dan Vulkanologi demi Percepatan Temuan Awak Media di Selat Sunda

Upaya menemukan lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terus menjadi perhatian nasional, termasuk bagi pembaca di Surabaya yang mengikuti isu keselamatan peliputan bencana. Wakil Ketua Komisi V DPR Andi Iwan Darmawan Aras meminta Basarnas mempererat koordinasi dengan BMKG serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) agar zona pencarian tidak salah hitung di kawasan Gunung Anak Krakatau.

Kelima awak media bersama awak kapal dilaporkan hilang sejak Senin, 7 September 2026, saat meliput aktivitas vulkanik di kawasan tersebut. Hingga Jumat, 11 September 2026, operasi masih berjalan dengan harapan seluruhnya ditemukan dalam kondisi selamat. Desakan DPR menitikberatkan pada ketepatan data cuaca, gelombang, dan status gunung api sebagai penentu arah gerak Tim SAR.

Alasan koordinasi lintas lembaga dinilai mendesak

Menurut Andi, memadukan informasi BMKG dan PVMBG membantu Basarnas memetakan risiko di laut yang berubah cepat. Salah perhitungan area dapat memperpanjang waktu tempuh dan memperkecil peluang penyelamatan. Ia menekankan bahwa respons cepat atau golden time sangat menentukan nyawa manusia di lokasi kejadian.

Komisi yang membidangi transportasi dan terkait kebencanaan itu menilai, sinergi teknis bukan formalitas, melainkan syarat agar penyisiran perairan dan pulau sekitar gunung berjalan terarah. Tanpa data mutakhir, personel SAR berisiko menyisir zona yang kurang relevan dengan pola arus maupun aktivitas vulkanik.

Jalannya operasi pencarian di Selat Sunda

Tim SAR gabungan pada Jumat tersebut masih melanjutkan pencarian di perairan Selat Sunda dan pulau-pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau. Fokus operasi mencakup titik-titik yang diduga terkait rute liputan jurnalis serta pergerakan kapal yang digunakan saat meliput.

Pihak terkait juga menindaklanjuti temuan benda-benda di lokasi, termasuk jaket pelampung yang masih dalam proses identifikasi. Langkah verifikasi itu penting agar keluarga dan redaksi mendapat kepastian tanpa spekulasi yang meresahkan publik.

Golden time dan standar quick response

Andi menggarisbawahi agar Basarnas menjaga quick response time pada setiap peristiwa serupa. Semakin cepat tim tiba di lokasi, semakin besar peluang korban dijumpai hidup. Prinsip itu ia sampaikan saat dihubungi terkait kasus hilangnya awak media di kawasan Anak Krakatau.

Bagi daerah pesisir dan kota besar seperti Surabaya, isu ini menjadi pengingat bahwa peliputan gunung api dan laut menuntut protokol keselamatan ketat, serta dukungan data resmi dari lembaga pemantau cuaca dan vulkanologi sebelum dan selama operasi SAR.

Harapan selamat dan pengawasan DPR

DPR berharap lima jurnalis beserta awak kapal segera ditemukan. Pengawasan legislatif diarahkan agar lembaga pencarian memanfaatkan seluruh kanal data yang tersedia, bukan bekerja secara sektoral. Koordinasi BMKG-PVMBG-Basarnas dipandang sebagai cara menekan risiko melesetnya peta pencarian.

Publik dinonaktifkan dari rumor yang belum terverifikasi. Informasi resmi mengenai perkembangan operasi diharapkan terus diperbarui agar keluarga korban dan masyarakat mendapat kejelasan. Keselamatan awak media yang meliput bencana tetap menjadi prioritas bersama lintas lembaga.

Dengan desakan integrasi data dan percepatan respons, diharapkan jendela golden time tidak terlewat. Selat Sunda yang rawan perubahan kondisi alam menuntut ketelitian ganda: kejelian navigasi laut dan kewaspadaan status Gunung Anak Krakatau yang menjadi latar liputan.

Sumber: Sindo News.

Tag: jurnalis hilang, Selat Sunda, Anak Krakatau, Basarnas, BMKG, PVMBG, Komisi V DPR, operasi SAR