Rangkaian gempa susulan NTT masih menjadi perhatian nasional, termasuk bagi pembaca di Surabaya dan Jawa Timur yang mengikuti perkembangan wilayah timur Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 6.409 kali getaran susulan hingga Senin, 24 Agustus 2026 pukul 05.00 Wita, berdasarkan himpunan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan rincian tersebut dalam konferensi pers daring. Ia menegaskan frekuensi susulan yang tinggi membuat sebagian masyarakat tetap cemas meski intensitas harian mulai mereda dalam dua hari terakhir.
Data magnitudo dan getaran yang dirasakan warga
Menurut Suharyanto, susulan terkuat mencapai magnitudo 6,2, sedangkan yang terlemah magnitudo 1,1. Sebanyak 33 kejadian tercatat sama dengan atau lebih besar dari magnitudo 5. Dari total ribuan getaran, 139 kali di antaranya benar-benar dirasakan penduduk.
Pada 24 jam terakhir sebelum laporan itu disampaikan, BMKG hanya mencatat satu gempa yang dirasakan masyarakat. Meski demikian, pola susulan diperkirakan masih berlangsung sekitar tiga hingga empat minggu ke depan sebelum kondisi dinilai lebih stabil.
Mengapa banyak warga belum mau pulang
Rasa takut menjadi alasan utama sebagian keluarga bertahan di luar rumah atau di lokasi pengungsian. Tidak sedikit di antara mereka yang rumahnya utuh atau hanya mengalami kerusakan ringan, namun memilih menunggu kepastian hingga guncangan benar-benar mereda.
Situasi psikologis ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dan petugas lapangan. Selain perbaikan fisik, pendekatan pendampingan dan informasi berkala dari BMKG serta BNPB dinilai penting agar warga memperoleh rasa aman bertahap.
Posko nasional dan jalur logistik Flores
Distribusi bantuan pada Senin itu dilaporkan semakin tertata setelah posko nasional dan daerah berfungsi penuh. Di tingkat nasional, Posko Halim Perdanakusuma menjadi titik himpun logistik sebelum dikirim ke Labuan Bajo dan Maumere.
Posko Aju 1 di Labuan Bajo melayani kebutuhan empat kabupaten: Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara Posko Aju 2 di Maumere mengendalikan penyaluran ke Sikka, Ende, dan Nagekeo, termasuk kebutuhan masyarakat di Pulau Palue yang masuk wilayah Kabupaten Sikka. Personel BNPB juga ditempatkan di Labuan Bajo agar bantuan yang tiba segera diteruskan.
- Laporan logistik masuk ke Flores: sekitar 1.225 ton (Labuan Bajo 869 ton, Maumere 356 ton).
- Stok nyata di Posko Labuan Bajo: 1.624,23 ton yang telah didistribusikan ke empat kabupaten dampingan.
- Jalur Maumere: masuk 375,9 ton dan keluar 258,5 ton.
Buffer stock dan bantuan di luar jalur Halim
Suharyanto menambahkan, stok cadangan atau buffer stock sudah diperiksa agar tidak menumpuk lama di gudang posko. Prosedur tetap mengutamakan penyaluran cepat ke warga terdampak. Bantuan dari pemerintah, swasta, perorangan, maupun unsur lain yang langsung menuju daratan Flores tanpa melalui posko Halim tetap diperbolehkan, sehingga angka rekapitulasi bisa berbeda dari kiriman posko nasional.
Bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya yang ingin memantau perkembangan, informasi resmi dari BNPB dan BMKG menjadi rujukan utama agar tidak terjebak isu tidak akurat. Koordinasi antarlembaga dan kelancaran logistik di lapangan akan menentukan kecepatan pemulihan sosial di kawasan Flores.
Dengan frekuensi susulan yang mulai menurun namun belum berhenti total, fokus penanganan tetap pada keselamatan pengungsi, ketepatan distribusi, dan pemulihan rasa aman warga NTT dalam beberapa minggu ke depan.
Sumber: Liputan6.
