Peristiwa kebakaran Bapenda Jakarta kembali menjadi sorotan publik, termasuk pembaca di Surabaya yang memantau isu pemerintahan daerah di ibu kota. Belum genap sebulan sejak insiden sebelumnya, api lagi-lagi muncul di Gedung Badan Pendapatan Daerah DKI yang berdiri di Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat.
Kali ini titik api terdeteksi di lantai 11, tepatnya pada ruang penyimpanan arsip. Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan atau Gulkarmat DKI Jakarta memastikan objek yang terbakar adalah bagian arsip tersebut, sehingga penanganan diprioritaskan agar api tidak menjalar ke lantai lain.
Waktu laporan dan respons petugas di lokasi
Laporan kebakaran masuk ke pos pemadam pada pukul 17.10 WIB, Jumat, 21 Agustus 2026. Dalam sepuluh menit berikutnya, operasi pemadaman resmi dimulai. Petugas yang tiba di lapangan segera mengamankan akses dan menyiapkan peralatan untuk memutus sumber nyala.
Menurut keterangan Gulkarmat, api berhasil dilokalisasi sekitar pukul 17.25 WIB. Langkah itu penting untuk menahan perambatan ke ruang kerja maupun instalasi lain di dalam gedung yang ramai aktivitas administrasi pajak daerah.
Kekuatan personel dan unit yang dikerahkan
Sebanyak delapan unit mobil pemadam beserta 30 personel dikirim ke Jalan Abdul Muis. Kehadiran mereka difokuskan pada lantai 11 agar material arsip yang mudah terbakar tidak memicu kobaran lebih luas. Koordinasi di lapangan berjalan melalui command center dinas terkait.
Alamat lengkap lokasi tercatat di RT 04 RW 03, Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir. Area tersebut relatif padat kendaraan pada jam pulang kerja, sehingga pengaturan lalu lintas sementara turut membantu kelancaran armada damkar.
Kaitan dengan kebakaran awal Agustus
Publik mengingat gedung yang sama sempat terbakar pada Jumat, 7 Agustus 2026. Jarak waktu yang pendek antara dua kejadian memunculkan pertanyaan soal evaluasi keselamatan bangunan dan pengelolaan ruang arsip. Namun, hingga laporan ini disusun, penyebab pasti api susulan masih dalam penelaahan pihak berwenang.
Bagi warga Surabaya dan Jawa Timur yang berurusan dengan layanan pajak atau administrasi lintas daerah, berita ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur pemerintahan di ibu kota pun rentan gangguan operasional bila proteksi kebakaran belum optimal.
Dampak operasional dan langkah selanjutnya
Insiden di ruang arsip berpotensi mengganggu akses dokumen fisik yang belum sepenuhnya digital. Pemerintah provinsi DKI melalui dinas terkait biasanya akan menilai kondisi lantai terdampak sebelum memutuskan pengaturan kerja pegawai. Informasi resmi mengenai penyebab dan kerugian material diharapkan menyusul setelah pemeriksaan teknis selesai.
Sementara itu, masyarakat diimbau tidak menyebarkan spekulasi. Data yang sahih hanya berasal dari Gulkarmat DKI dan pengelola gedung Bapenda. Pemantauan lanjutan diperlukan agar risiko serupa tidak berulang dalam waktu singkat.
Dengan respons cepat yang sudah ditunjukkan petugas—dari laporan pukul 17.10 hingga lokalisasi api dalam hitungan menit—harapan publik tertuju pada perbaikan sistem deteksi dini dan penataan ruang penyimpanan dokumen di fasilitas pemerintah pusat maupun daerah.
Sumber: Sindo News.
