Breaking News
Indeks
Nasional

Polda Metro Mulai Inventaris Kerusakan Usai Eskalasi Aksi di Parlemen

Kerusakan fasilitas DPR dan lingkungan sekitarnya menjadi perhatian aparat usai aksi penyampaian pendapat di Jakarta memanas pada Kamis sore hingga malam, 27 Agustus 2026. Polda Metro Jaya menyatakan proses inventarisasi masih berjalan karena data pasti belum lengkap.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan, petugas akan mendata seluruh fasilitas umum dan fasilitas lain yang terdampak. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta pada Jumat, 28 Agustus 2026, setelah situasi di kompleks parlemen sempat memuncak.

Urutan kejadian di kawasan parlemen

Menurut keterangan polisi, massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu terlebih dulu menyelesaikan penyampaian aspirasi lalu meninggalkan lokasi. Setelah rombongan itu pergi, kelompok dari elemen lain masih terus berdatangan ke kawasan Gedung DPR/MPR.

Sebagian massa kemudian melakukan tindakan di luar jalur aksi damai. Perusakan dan pembakaran sempat terjadi di sekitar gerbang kompleks parlemen. Kondisi inilah yang memicu eskalasi pada Kamis sore hingga malam.

Pendataan belum final

Hingga Kamis malam, polisi belum memastikan jumlah maupun jenis fasilitas yang rusak. Termasuk di dalamnya kemungkinan kerusakan pada fasilitas transportasi umum. Polda Metro Jaya menegaskan inventarisasi masih dilanjutkan agar temuan lebih akurat.

Budi Hermanto menekankan pihaknya belum memegang angka pasti. Inventarisasi menjadi langkah awal sebelum penanganan lebih lanjut dan pemulihan pelayanan publik di kawasan tersebut.

Dampak ke warga dan pengalihan lalu lintas

Perusakan fasilitas umum dinilai berimbas pada aktivitas harian masyarakat serta layanan yang biasa diterima warga. Untuk menjaga keamanan, Polda Metro Jaya memberlakukan pengalihan arus di sekitar Gedung DPR/MPR, termasuk ruas jalan tol yang mengarah ke kawasan itu.

Polisi menyatakan normalisasi lalu lintas akan dilakukan begitu kondisi lapangan memungkinkan. Langkah itu diambil dengan pertimbangan hari kerja agar mobilitas warga tetap terkendali dan aman.

  • Inventarisasi kerusakan fasilitas umum masih berlangsung
  • Pengalihan arus diterapkan di sekitar kompleks parlemen dan akses tol
  • Normalisasi menunggu situasi lapangan stabil

Catatan untuk pembaca di Surabaya

Bagi warga Surabaya atau Jawa Timur yang sedang atau berencana bepergian ke Jakarta, situasi di sekitar parlemen layak diantisipasi. Gangguan lalu lintas dan potensi penutupan akses sementara dapat memengaruhi perjalanan menuju pusat kota, bandara, maupun kawasan bisnis.

Polisi mengingatkan Jakarta adalah ruang bersama yang perlu dijaga. Penyampaian pendapat tetap dijamin, namun perusakan fasilitas dinilai merugikan pelayanan publik dan kenyamanan masyarakat luas, termasuk pendatang dari daerah.

Pemulihan fasilitas yang rusak bergantung pada kelengkapan data inventarisasi. Hingga proses itu selesai, aparat meminta masyarakat memantau informasi resmi terkait pengalihan jalan dan kondisi keamanan di sekitar DPR/MPR.

Sumber: Liputan6.

Tag: kerusakan fasilitas DPR, Polda Metro Jaya, aksi DPR MPR, demo Jakarta, pengalihan lalu lintas, inventarisasi fasilitas, Budi Hermanto